Dewangga Ensam X dpib 1 cita cita


Sejak kecil, aku selalu punya mimpi yang berubah-ubah seiring bertambahnya usia. Semua bermula ketika aku masuk TK Dharmawanita. Saat itu aku sering melihat buku bergambar planet, bintang, dan roket. Guru TK-ku pernah bertanya, “Kalau sudah besar nanti, kamu mau jadi apa?” Dengan polos aku menjawab, “Mau jadi astronot, Bu, biar bisa jalan-jalan ke bulan.” Setiap kali menggambar, aku selalu menggambar roket dan bintang. Bahkan saat bermain peran, aku suka memakai helm mainan dan berpura-pura sedang terbang ke luar angkasa. Di usia itu, aku hanya tahu bahwa dunia ini luas, dan angkasa selalu membuatku penasaran.

Ketika masuk SD, mimpiku untuk menjadi astronot semakin kuat. Di kelas, aku sering duduk di dekat jendela dan menatap langit biru sambil membayangkan bagaimana rasanya berada di atas sana. Pelajaran IPA tentang tata surya menjadi favoritku. Aku suka sekali membaca tentang planet-planet, terutama Mars dan Jupiter. Guru SD-ku pernah berkata bahwa menjadi astronot tidak mudah, harus rajin belajar, sehat jasmani, dan disiplin. Kata-kata itu membuatku semangat belajar. Setiap kali ada tugas menggambar cita-cita, aku tak pernah bosan menggambar diriku mengenakan baju astronot lengkap dengan bendera merah putih di samping roket. Meskipun banyak teman yang bercita-cita menjadi dokter atau polisi, aku tetap teguh dengan impianku menjelajah luar angkasa.

Namun, memasuki masa SMP, semuanya berubah. Aku mulai mengenal banyak hobi baru, salah satunya sepak bola. Setiap sore aku bermain bola bersama teman-teman di lapangan dekat rumah. Rasanya menyenangkan sekali bisa berlari, mengoper bola, dan mencetak gol. Aku mulai mengidolakan pemain bola terkenal, menonton pertandingan di televisi, bahkan menempel poster di kamar. Saat ada turnamen antar kelas, aku ikut serta dan berhasil mencetak gol penentu kemenangan. Sejak saat itu, aku berkata pada diriku sendiri, “Aku ingin jadi pemain bola.” Cita-cita menjadi astronot mulai memudar, tergantikan mimpi untuk berdiri di stadion besar dengan ribuan penonton yang bersorak menyebut namaku. SMP adalah masa di mana aku belajar bahwa impian bisa berubah seiring dengan minat dan pengalaman.

Waktu terus berjalan, hingga akhirnya aku masuk SMK. Di sini aku semakin memahami bahwa dunia nyata penuh dengan tantangan. Pelajaran mulai sulit, tuntutan semakin banyak, dan aku sadar bahwa hidup tidak cukup hanya bermimpi. Aku mulai berpikir lebih realistis. Saat guru bertanya tentang cita-cita, aku menjawab, “Saya ingin jadi orang yang sukses.” Bukan lagi terbatas pada astronot atau pemain bola, tapi sukses dalam bidang apa pun yang aku tekuni. Aku belajar bahwa sukses tidak selalu harus menjadi apa yang dulu aku impikan, melainkan tentang bagaimana aku berusaha keras, berdoa, dan tidak mudah menyerah.

Di SMK, aku melihat banyak contoh orang yang sukses dengan jalannya masing-masing. Ada yang sukses di bidang bisnis, teknologi, olahraga, hingga seni. Aku pun ingin kelak menjadi salah satunya, orang yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsaku. Cita-citaku kini lebih luas: bukan hanya sebuah profesi, melainkan kehidupan yang bermakna.

Perjalanan dari TK hingga SMK membuatku sadar bahwa mimpi itu bisa tumbuh dan berubah. Namun, satu hal yang tidak berubah: aku selalu punya semangat untuk bermimpi dan berusaha. Dan aku percaya, itulah kunci untuk menjadi sukses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bintang javier ezar agata/24/atlet sepak bola

bintang javier/24/X DPIB 1(MEGATHRUST)

03.ACHMAD RYANDRA J. X DPIB 1