03.ACHMAD RYANDRA J. X DPIB 1
Proses Terjadinya Megathrust
Proses megathrust melibatkan beberapa tahapan:
Tumbukan Lempeng Tektonik: Lempeng samudra yang lebih padat bergerak menunjam ke bawah lempeng benua yang lebih ringan di zona subduksi. Pergerakan ini tidak mulus, melainkan terjadi secara perlahan dan terus-menerus.
Akumulasi Energi: Karena pergerakan yang tidak mulus, terjadi gesekan dan tekanan yang sangat besar di batas antar lempeng. Energi ini terus menumpuk seiring waktu.
Pelepasan Energi: Ketika tekanan yang terkumpul sudah melebihi kekuatan batuan di sepanjang lempeng, energi tersebut dilepaskan secara tiba-tiba dalam bentuk guncangan gempa bumi. Pelepasan energi inilah yang disebut gempa megathrust, yang berpotensi memiliki magnitudo sangat besar.
Jika gempa megathrust terjadi di bawah laut, pergerakan vertikal dasar laut akan memicu gelombang besar yang dapat menyebar hingga ke daratan, inilah yang dikenal sebagai tsunami.
Zona Megathrust di Indonesia
Indonesia memiliki beberapa zona megathrust yang aktif dan berpotensi memicu gempa besar, termasuk:
Subduksi Sumatra: Membentang di sepanjang pantai barat Pulau Sumatra, area ini pernah memicu gempa M 9,1 dan tsunami dahsyat pada tahun 2004.
Subduksi Jawa: Terletak di selatan Pulau Jawa, zona ini berpotensi memicu gempa megathrust dengan magnitudo yang sangat besar, mengancam wilayah padat penduduk.
Subduksi Banda: Berada di timur Indonesia, zona ini merupakan pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang kompleks dan juga memiliki potensi gempa megathrust.

Komentar
Posting Komentar